Selamat Datang di www.startaniche.com, website yang Mengulas informasi seputar kesehatan, lifestyle, android, traveling, parenting dll. Semoga anda menemukan apa yang anda cari disini. Terima Kasih

HomeLifestyle

Trik Cerdas Beli Genset Bekas

Trik Cerdas Beli Genset Bekas
Like Tweet Pin it Share Share Email

Bagi kebutuhan industri, sewa genset 200 kVA mungkin cukup menguras anggaran dibanding dengan membeli genset. Namun jika anggarannya tidak cukup untuk membeli yang baru, apakah aman membeli genset bekas?

Pertanyaan ini memang dilematis mengingat genset adalah alat listrik yang cukup penting untuk industri. Tidak hanya itu, genset yang dibeli pun harus aman karena jika tidak, fatal akibatnya.

Nah, jika mau tidak mau Anda harus membeli genset bekas, sebenarnya tidak masalah. Asalkan mengikuti trik cerdas dari kami seperti berikut

Kenali merk dan sejarah genset

Ketahui terlebih dahulu genset yang Anda incar diproduksi tahun berapa dan jumlah jam jalannya seberapa banyak. Tanyakan juga, apa mesinnya pernah dioverhaul atau tidak. Jika ya, tanyakan siapa yang melakukannya. Hal ini dimaksudkan karena genset yang bagus tidak bisa dioverhaul oleh sembarang orang. Merk genset pun cukup memengaruhi keawetan dan ketahanannya. Biasanya, genset dengan merk Eropa lebih tahan banting. Namun jika tidak dirawat, sebagus apapun merknya akan pudar juga kekuatannya.

Perhatikan asap gensetnya

Biasanya genset mengeluarkan asap hitam ketika beban pertama kali masuk atau naik mendadak. Ketika beban stabil, asap pun berubah jadi lebih terang. Jika tetap keluar asap hitam, itu pertanda bahwa mesin masih perlu diservis. Lihat pula temperaturnya. Mesin yang masih baik tidak melebihi 90-95 derajat Celcius pada beban maksimal.

Garansi

Karena Anda membeli genset bekas, tentu tidak akan mendapatkan garansi jangka panjang. Namun setidaknya Anda harus mendapatkan garansi paling tidak 1-3 bulan setelah pembelian. Penjual yang professional yang dapat merawat gensetnya pasti akan memberikan garansi walaupun jangka pendek.

Selalu uji beban

Lakukan uji kinerja genset dengan cara tes beban. Jadi mintalah pada penjual untuk membuktikan genset tersebut siap digunakan dan mampu diberi beban, setidaknya hingga 80% kapasitas yang tertera pada genset. Jika perlu, lakukan tes beban kejut yang mensimulasikan beban listrik yang naik turun. Nah selama tes beban dilakukan, mintalah operator menaikkan beban perlahan-lahan. Perhatikanlah suara gensetnya, jika suaranya stabil, berarti kualitasnya baik. Untuk sewa genset papua anda bisa membuka website sewatama.