Selamat Datang di www.startaniche.com, website yang Mengulas informasi seputar kesehatan, lifestyle, android, traveling, parenting dll. Semoga anda menemukan apa yang anda cari disini. Terima Kasih

HomeKesehatan

Ragam Metode Tes Alergi

Ragam Metode Tes Alergi
Like Tweet Pin it Share Share Email

Alergi bukanlah sebuah penyakit berbahaya. Namun, reaksi alergi yang menyiksa dan menggangg aktivitas sebaiknya memang disikapi dengan baik sehingga tidak akan membuat sesesorang menderita selamanya. Alergi memang sulit disembuhkan. Yang terpenting, bagi para penderita alergi justru soal menghindarkan tubuh dari paparan, sentuhan dan pengkonsumsian substansi yang membuat munculnya reaksi alergi. Substansi yang dimaksud tadi dalam istilah medis disebut sebagai alergen. Perlu diketahui, masing-masing individu bisa jadi memiliki alergen yang berbeda-beda. Alergi yang dialami oleh satu keluarga besar pun bisa jadi berbeda-beda. Walaupun, alergi juga dapat muncul karena warisan genetik dari orangtuanya. Jika Anda ragu apakah diri Anda memiliki alergi atau tidak, Anda bisa melakukan tes alergi. Tes ini seperti namanya tentu saja merupakan upaya pengetesan untuk mengetahui apakah seseroang memiliki alergi atau tidak.

Saat ini, tes alergi sangat membantu banyak orang untuk menemukan alergen apa yang harus dihindari. Ya, reaksi alergi yang muncul akibat adanya alergen yang menyentuh kulit atau masuk ke tubuh tentu saja memang sangat menyiksa. Reaksi alergi seperti gatal-gatal, sesak napas, asma, atau misalnya bersin-bersin memang sangat mengganggu aktivitias sehari-hari. Bahkan, banyak orang yang memang memiliki reaksi alergi yang berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas yang harus dilakukan. Itulah salah satu efek yang paling penting mengapa orang harus melakukan tes atau uji alergi. Perlu diketahui, pengetesan alergi bisa menggunakan beberapa metode atau cara. Ada 4 cara yang biasanya dilakukan oleh para dokter untuk mengetahui apakah seseorang menderita alergi atau tidak. Apa sajakah ragam metode yang dimaksud?

  • Tusuk kulit

Metode pengetesan alergi ini dikenal juga sebagai skin prick test. Pengetesan ini dilakukan dengan cara menempelkan dan menusukan suatu zat yang dicurigai menjadi penyebab seseorang mengalami alergi. Tentu saja pengetesan alergi ini tergantung pada keluhan atau kecurigaan Anda pada suatu zat alergen. Atau, bisa jadi Anda melakukan pengetesan beberapa alergen sekaligus untuk melihat hasilnya. Umumnya, tes dengan metode tusuk kulit ini dilakukan pada bagian lengan. Nantinya, dokter akan segera mengamati apakah ada reaksi alergi yang akan muncul atau tidak. Dokter akan terus menjaga dan mengamati termasuk juga ketika nantinya muncul gejala atau reaksi alergi yang dialami pasiennya. Metode pengetesan ini cukup akurat dan biayanya pun sangat murah. Namun, uji alergi dengan metode ini tidak bisa untuk semua jenis alergi. Yang paling bisa didapatkan hasilnya adalah pengujian untuk substansi yang sifat risiko menempel atau terhirup seperti misalnya bulu kucing dan tungau walaupun untuk alergi makanan pun tetap bisa diujikan.

  • Tempel kulit

Metode yang kedua dengan cara penempelan. Cara ini hampir sama dengan tusuk kulit hanya saja tidak melakukan pemberian alergen hingga masuk ke kulit. Cara penempelan ini umumnya dilakukan dipunggung penderita yan dicurigai memiliki alergi. Berbeda dengan tusuk kulit, hasil dari tes yang satu ini tidak bisa diamati secara cepat. Tes ini membutuhkan waktu hingga 72 jam barulah terlihat apakah penderita mendapatkan hasil positif atau negatif. Untuk seseorang yang memiliki hasil positif, maka kulit yang ditempelkan zat alergen tersebut akan berubah menjadi bengkak atau kemerahan disertai dengan gatal.

  • Intradermal

Metode yang ketiga adalah metode intradermal atau penyuntikan suatu zat ke dalam tubuh. Umumnya, dokter akan menyuntikan ke otot dengan suatu zat yang dicurigai penyebab dari terjadinya reaksi alergi. Pemeriksaan intradermal ini dilakukan pada tahap lanjutan. Ya, umumnya dokter akan melakukan pengetesan dengan cara tusuk kulit terlebih dahulu. Jika hasilnya meragukan, barulah dilakukan pengetesan dengan cara penyuntikan ini. Untuk orang yang diujikan dengan cara suntik dan ternyata memiliki hasil positif alergi, umumnya berlangsung sangat cepat. Namun, karena dilakukan oleh dokter maka tentunya dokter akan melakukukan penanganan reaksi alergi yang tepat sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

  • Cek darah

Selain tes yang telah disebutkan tadi, ada satu lagi pengujian atau tes alergi yang dilakukan yaitu cek darah. Pengetesan darah ini dapat dilakukan kapanpun untuk mengetahui apakah seseorang memiliki alergi tertentu. Tes yang satu ini sangatlah akurat dan memang mencakup untuk semua jenis alergen baik yang menyerang karena terhirup, tertelen, tersentuh, atau terpapar.

Untuk Anda yang ingin melakukan tes alergi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Pertama, untuk ketiga metode pertama yaitu tusuk kulit, intradermal dan juga tempel maka tidak boleh dalam kondisi pengkonsumsi obat-obatan terutama obat antihistamin. Jika Anda mengkonsumsinya, pengujian akan gagal dan tidak akurat. Kedua, tes ini memag harus dilakukan oleh penderitanya langsung namun tidak perlu khawatir reaksi yang akan muncul karena ada obatnya. Yang ketiga, lakukan pengujian pada rumah sakit atau dengan dokter yang memang ahli. Jika terjadi reaksi, maka dokter ahli akan segera memberikan pertolongan.