Selamat Datang di www.startaniche.com, website yang Mengulas informasi seputar kesehatan, lifestyle, android, traveling, parenting dll. Semoga anda menemukan apa yang anda cari disini. Terima Kasih

HomeParenting

Jangan Simpan ASI dengan Makanan Lain di Kulkas Agar Tidak Busuk

Jangan Simpan ASI dengan Makanan Lain di Kulkas Agar Tidak Busuk
Like Tweet Pin it Share Share Email
Kumparan – Bagi ibu muda yang mempunyai anak balita dan harus bekerja, memastikan ASI (Air Susu Ibu) tetap tersedia selama mereka bekerja menjadi permasalahan penting. Banyak ibu muda yang harus membawa alat pumping agar tetap bisa memerah air susu mereka selama di kantor.
Kegiatan ini setiap hari harus dilakukan demi memberikan ASI eksklusif kepada anak mereka. Biasanya, rata-rata para ibu akan memberikan ASI sampai anak berusia dua tahun.
ASI sendiri memiliki manfaat sebagai asupan nutrisi alami yang paling baik diberikan kepada bayi. Untuk itulah, kayanya manfaat yang terkandung dalam ASI membuatnya tidak bisa disimpan di sembarang tempat.
ASI dapat bertahan selama enam jam jika ditaruh pada suhu ruangan 25 derajat celcius. Namun, ASI juga bisa bertahan hingga enam bulan jika disimpan pada freezer dengan suhu 18 derajat celcius di bawah titik beku 0 derajat celcius.
Meskipun dapat disimpan dalam waktu yang lama jika ditaruh di dalam frezzer, ada beberapa aturan yang harus para ibu penuhi. Menaruh ASI bersama dengan bahan makanan lainnya dalam satu kulkas menjadi larangan keras yang harus dihindari oleh para ibu.
“ASI tidak boleh disimpan jadi satu dengan bahan makanan lainnya di dalam kulkas,” tegas dr. Reisa Broto Asmoro, dokter dan mantan finalis Miss Indonesia yang kini juga aktif memandu acara kesehatan Dr. OZ Indonesia, ketika ditemui kumparan (kumparan.com) dalam acara peluncuran kulkas Belleza 3 Polytron di Hotel Kempinski, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Asi Beku

Hindari cairkan asi dengan air panas (Foto: Thinkstock)

Lebih lanjut, dr. Reisa mengungkapkan jika sifat ASI yang fresh membuatnya akan cepat busuk jika digabungkan dengan bahan makanan lainnya. “Susu biasa saja kan limited ya masa pakainya, beberapa jam setelah dibuka harus segera diminum, apalagi kalau ini ASI. Bayangkan ASI manusia yang fresh, kalau disatuin dengan yang lain lebih cepat busuk,” terang dokter kelahiran 32 tahun lalu itu.
“Bahan makanan lain seperti apel saja sebenarnya bisa cepat busuk dan tidak boleh gabung untuk disimpan dengan makanan lainnya,” lanjutnya.
Untuk itulah, dr. Reisa menyarankan agar para ibu yang memiliki bayi dan masih memberikan ASI eksklusif untuk menyediakan kulkas khusus yang hanya dipakai menyimpan ASI mereka. Hal ini disarankan agar ASI tidak terkontaminasi dengan bakteri lainnya.
“Iya, sebaiknya sediakan freezer sendiri yang khusus untuk ASI agar kandungannya tetap segar dan terjaga,” tutup dr. Reisa.
Sumber : kumparan.com